PEMIMPIN ATAU KEPEMIMPINAN
Ketika saya mendengar kata Pemimpin atau Kepemimpinan, maka orang yang pertama kali muncul dalam pikiran saya adalah Pemimpin itu seorang Ayah.
Pemimpin
itu adalah orang yang bekarakter dan bijaksana yang mampu memberikan
hal baik kepada sesama, yang bisa mempengaruhi hal baik dan menjadi
panutan.
Bagi
saya Ayah itu adalah seorang pemimpin . Ia berhasil mendidik saya
bahkan mendidik orang lain di sekitarnya melalui pelayanan Tuhan. Ia
berusaha dan berjuang keras mencari nafkah untuk keluarga, tapi tak
sedetik pun ia mengeluh. Pemimpin seperti Ayah patut saya benggakan
karena dialah yang sangat berjasa bagi kami sekeluarga.
Saya bersyukur kepada Tuhan Karena saya di lahirkan dan di besarkan dari keluarga yang sangat menyayangi saya.
Ayah juga Mengajari saya bagaimana hidup yang sederhana.
Kalimat yang pernah Ayah lontarkan kepada saya "Hidup itu tak selamanya di atas roda pasti berputar". Kita manusia yang hanya bisa berusaha, tetep berdoa dan juga tetap menjadi orang yang selalu "Rendah Hati". Mulai dari sekarang saya belajar untuk menghargai pengorbanan seorang Ayah.
Banyak
nasihat-nasihat yang ia lontarkan setiap harinya. Karena itu Ayah
adalah pemimpin yang baik untuk keluarga dan orang di sekitarnya.
PEMIMPIN DI LAHIRKAN DAN DI BENTUK
Pemimpin itu ada yang di lahirkan dan juga di bentuk
1. Pemimpin di lahirkan : Ini adalah salah satu teori genetik
Seorang akan menjadi pemimpin karena "Keturunan" atau
ia telah di lahirkan dengan membawa bakat Kepemimpinan. Kemudian bakat
tersebut ia kembangkan melalui proses yang mungkin sulit dalam hidupnya.
Tidak ada seorang pemimpin yang langsung bisa memimpin sebuah
organisasi, memimpin rakyat, bahkan memimpin negaranya sekalipun jika
tidak melalui sebuah proses. Seorang yang memiliki bakat kepemimpinan ia
harus mengembangkan nya dengan melalu Pendidikan, latihan dan
pengalaman - pengalaman yang memungkinkan utuk mengembangkan bakat
kepemimpinan yang telah ia miliki.
2. Pemimpin yang di bentuk
Semua orang itu sama dan mempunyai potensi untuk menjaadi Pemimpin.
Banyak orang sering mengatakan dalam dirinya ''bahwa saya tidak bisa jadi pemimpin, saya bukan orang keturunan dari seorang pemimpin atau keturunan seorang raja''.
Tidak ada yang mustahil untuk jadi Pemimpin karena jika itu kehendak Tuhan kenapa tidak?.
Semua terjadi berawal dari usaha terlebih dahulu, tidak ada kata tidak
bisa jika usahamu masih belum selesai, perjalanan hidup untuk berjuang
buat keluarga, linkungan, bangsa dan Negara masih panjang. Maka dari itu
kita tidak perlu berkata lagi ''Saya Tidak Bisa". Kita harus punya kemauan untuk bisa di didik, di proses, di latih atau di bentuk untuk bisa menjadi seorang pemimpin.
Kesimpulan nya adalah :
Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi Pemimpin, meskipun Ia bukan
merupakan atau berasal dari keturunan seorang pemimpin atau keturunan
seorang raja.
MEMIMPIN DIRI SEDIRI ADALAH HAL YANG PALING SULIT
Menurut saya, mempimpin diri sendiri itu sangat sulit karena kita tidak dapat melihat diri kita sendiri (kecuali jika kita bercermin sih hehehe) seperti kita dapat melihat orang lain. Kita harus menggunakan prinsip cermin yaitu, "orang pertama yang harus kita periksa adalah diri kita sendiri" jika saya tidak dapat melihat secara realita siapa diri saya, apa kelemahan dan kekuatan saya, maka saya tidak akan mampu memimpin diri sendiri secara efektif.
Pada intinya menurut saya, kita harus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dari pada pribadi lain dan jadilah pribadi yang mau mencari dan menerima nasihat.
PEMIMPIN YANG GAGAL
Mengapa seorang Pemimpin bisa gagal?
Yang nama nya Pemimpin Ia harus bisa menyelesaikan sebuah masalah kecil maupun itu masalah besar dan bisa meningkatkan kinerja perusahaan.
Sebenarnya apa yang menjadi penyebab gagalnya seorang pemimpin dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya ?
Penyebabnya itu banyak seperti di bawah ini:
- sebagian pemimpin sering melupakan hal - hal kecil saat ada di wilayah kerjanya, contohnya seperti telat ke kantor, jarang ada di kantor, tak menyapa bawahannya, tak peduli kepentingan pribadi bawahan, dan hal lainnya. Yang pada akhirnya karyawan atau bawahan nya juga menjadi bermalas-malasan bekerja karena melihat sikap seorang pemimpin tersebut.
- Ketakutan dalam mengambil resiko
- Tidak menghargai prestasi karyawan sehingga ia lebih lebih suka menghalangi kemajuan karyawannya. Toh juga jika karyawannya berprestasi, otomatis perusahaanya menjadi lebih baik dan terkenal. Tetapi Pemimpin merasa karyawannya menyainginya dan akhirnya karyawan tidak punya semangat untuk memajukan perusahaan tersebut. Perusahaan maju itu adalah ketika karyawan-karyawan nya berprestasi sehingga maju karena perusahaan juga tanpa karyawan tidak bisa apa-apa.
jadi, pemimpin itu harus tetap punya kerendahan hati tidak membeda-bedakan karyawan/bawahan dan seorang pemimpin juga harus bisa membangun kekeluargaan bagi karyawan-karyawan nya.
Sekian dan Terima kasih
Good Bless You